Minggu, 14 Maret 2010

KALIMAT LANGSUNG DAN KALIMAT TIDAK LANGSUNG

Kalimat Deduksi

A. Secara langsung

1. -) Semua bola sepak adalah berbentuk bundar.

Sebagian yang berbentuk bundar adalah bola sepak.

-) Semua kucing adalah berbulu.

Sebagian yang berbulu adalah kucing.

2. -) Tidak satupun manusia adalah binatang.

Tidak satupun binatang adalah manusia.

-) Tidak satupun anjing adalah kucing.

Tidak satupun kucing adalah anjing.

3. -) Semua batu adalah benda keras.

Tidak satupun batu adalah tidak keras.

-) Semua manusia adalah berakal.

Tidak satupun manusia adalah tidak berakal.

4. -) Tidak satupun sendok adalah garpu.

Semua sendok adalah bukan garpu.

-) Tidak satupun piring adalah mangkuk.

Semua piring adalah bukan mangkuk.

5. -) Semua cicak adalah berautotomi.

Tidak satupun cicak yang tidak berautotomi.

Tidak satupun yang tidak berautotomi adalah cicak.

B. Secara tidak langsung

1. -) Semua herbivora adalah pemakan tumbuhan.

Sapi adalah herbivora.

Jadi sapi pemakan tumbuhan.

-) Semua mamalia adalah bernafas dengan paru-paru.

Manusia adalah mamalia.

Jadi manusia bernafas dengan paru-paru.

2. -) Jika air dipanaskan air mendidih.

Air dipanaskan.

Jadi air mendidih.

Jika air tidak dipanaskan air tidak mendidih.

Air tidak dipanaskan.

Jadi air tidak mendidih.

-) Jika udara di balon udara dipanaskan udara di balon udara mengembang.

Udara di balon udara dipanaskan.

Jadi udara di balon udara mengembang.

Jika udara di balon udara tidak dipanaskan udara di balon udara tidak mengembang.

Udara di balon udara tidak dipanaskan.

Jadi udara di balon udara tidak mengembang.

3. -) Doni adalah seorang dosen atau guru.

Doni seorang dosen.

Jadi Doni bukan guru.

-) Nindi adalah pelajar atau mahasiswa.

Nindi seorang mahasiswa.

Jadi Nindi bukan pelajar.

4. -)Semua kendaraan adalah alat transportasi.

Mobil sebuah kendaraan.

Jadi mobil sebuah alat transportasi.

Mobil sebuah alat transportasi karena mobil kendaraan.

-) Semua karnivora adalah pemakan daging.

Kantong semar sebuah karnivora.

Jadi kantong semar pemakan daging.

Kantong semar pemakan daging karena kantong semar karnivora.

5. -) Semua manusia berkembang biak .

Yeni adalah manusia.

Jadi Yeni berkembang biak.

Tumbuhan juga berkembang biak.

Pohon mangga berkembang biak.

Pohon pinus berkembang biak.

Jadi pohon mangga dan pohon pinus berkembang biak.

Binatang juag berkembang biak.

Zebra berkembang biak.

Kuda berkembang biak.

Jadi Zebra dan Kuda berkembang biak.

Senin, 01 Maret 2010

MENELUSUR JEJAK PARA DIKTATOR

Aliran Fasisme dapat diartikan sebagai sebuah faham otoritrian, karena fasisme menganut sistem ala militer yang memiliki sistem dan rezim yang kaku dimana taat dan patuh pada pimpinan adalah suatu hal yang mutlak dilakukan.
Pada era kini kita dapat melihat sistem pemerintahan Myanmar yang memiliki sistem junta militer, dimana demokrasi diharamkan beredar di daerah mereka, sebagai bukti nyata yaitu Aung San Suu Kyi sebagai tokoh demokrasi Myanmar menjadi tahanan Pemerintah Myanmar karena menyebarkan paham demokrasi.
Pada zaman dahulu kita mengenal Adolf Hitler, sebagai penganut faham Naziisme, Naziisme adalah faham Fasisme-rasialis, yang dimana ia mencoba untuk mengawinkan sistem dictator militer dan diskriminasi ras, ia adalah seorang pemimpin yang memiliki pemikiran gila yaitu menyatukan dunia dengan satu ras saja, yaitu ras aria, yang ia anggap super power, kemudian tidak hanya itu, ia juga melaukan pembantaian terhadap lawan-lawan politiknya, orang-orang yang dianggap membangkang terhadapnya, serta pembakaran besar-besaran terhadap etnis Yahudi, yang sering disebut sebagai Holocaust.
Benito Musolini sebagai pemimpin fasisme dari Italia juga pernah hadir dalam catatan sejarah dunia sebagai pemimpin dictator yang cukup disegani, selain itu juga ada jenderal Franco dari Spanyol yang memiliki pemikiran sama seperti mendiang Hitler.
Joseph Stalin, seorang pemimpin Uni Sovyet(Sekarang Russia) yang pernah beredar semasa perang dunia II juga memiliki watak yang kejam dalam menjalankan pemerintahannya, sebuah sistem komunisme Intelijen, dimana ia menyebar seluruh agen KGB(Agen Intelijen Uni Sovyet) untuk memantau dan membunuh semua orang-orang yang dianggap pemberontak dan melakukan perlawanan terhadapnya.

MENENTUKAN HEADLINE NEWS SEBUAH BERITA

Seminar TvOne yang dilakukan pad atanggal 13 Februari 2010 di FISIP UI memberikan banyak sekali manfaat bagi orang yang mengkutinya, banyak hal-hal sistematis dalam menyajikan sebuah berita, mengolahnya dan kemudian disajikan ke pemirsa sebagai Pemakai akhir.

Kami terdepan mengabarkan. Dua tahun nomor satu, itulah tagline serta klaim yang dilakukan oleh TvOne dalam menjalani karier mereka di dunia jurnalistik selama dua tahun.

Dalam menyajikan sebuah berita ada yang dinamakan sebagai proximity, yaitu kedekatan, untuk lebih jelasnya mari kita lihat contonhnya sbeagi berikut.

Sebuah bom meledak di Aghanistan menewaskan 100 Orang sementara sebuah bom di saat yang bersamaan meledak di Jakarta yang hanya menewaskan 10 orang, namun mengapa kejadian bom yang meledak di Jakarta lebih memepunyai gaung yang besar dan menjadi headline news berita di Indonesia, karena di Indonesia kita lebih memiliki kedekatan dengan mereka sehingga muatan sebuah berita tersebut seolah menjadi lebih berbobot di Indonesia dibandingkan dengan berita di luar negri, meskipun belum tentu di luar negri sana berita tersbut menjadi besar.

Takaran-takaran lain dalam menentukan headline news sebuah berita adalah apakah berita tersebut berdampak kepada masyarkat luas atau tidak?? Selain itu juga apakah isu-su berita tersebut memiliki muatan yang bersifat isu nasional atau tidak??

Muatan berita yang itu-itu saja dapat disajikan dalam kurun waktu satu hingga satu setengah bulan, apabila lewat dari waktu tersebut maka muatan berita tersebut dianggap sudah kadaluarsa dan otomatis mesti memikirkan kembali topic berita lainnya untuk diangkat menjadi sebuah berita.

KELUARGA & SITUASI MEMPENGARUHI PERILAKU KONSUMEN

Keluarga adalah suatu kumpulan manusia yang diawali dengan relasi atau hubungan antar kedua manusia yang saling berbeda jenis untuk menyatukan diri mereka dalam satu atap, yaitu rumah tangga.
Pada pembahasan kali ini adalah bagaimana keluarga serta situasi dalam mempengaruhi perilaku konsumen sebagai elemen dasar dalam membentuk seseorang atau perilaku konsumen dalam menghadapi sebuah produk.
Keluarga dalam hal ini orang tua sebagai orang yang berpengalaman dan memiliki kekuatan dapat memberikan sebuah influence yang besar kepada keluarganya dalam memepengaruhi anggota keluarganya.
Dimisalkan, Orang tuanya sedari dahulu sudah ditradisikan menggunakan deterjen dengan merek tertentu, karena deterjen tersbut memberikan kualitas yang baik dan tidak pernah mengecewakan bagi mereka meskipun ini belum tentu bagus untuk keluarga yang lainnya, namun kemampuan orang tua sebagai orang yang lebih mengenyam asam garam kehidupan tentu akan dapat dengan mudah melakukan indoktrinasi kepada anaknya untuk melakukan hal yang sama seperti orang tuanya sebagia warisan produk yang nantinya akan digunakan secar turun temurun.
Lalu apakah Indoktrinasi itu ??
Doktrinasi adalah suatu bentuk argument yang dipaksakan untuk mempengaruhi seseorang agar ia dapat berfikir sesuai yang dikehendaki oleh orang yang melakukan doktrin tersebut.
Melakukan doktrin tidak dapat dilakukan oleh semua orang, namun hanya orang-orang yang memiliki kharismatik dan mempunyai kemampuan lah yang dapat mempengaruhi seseorang untuk mengubah peta pasar.

PERILAKU KONSUMEN DARI KEPRIBADIAN, NILAI & GAYA HIDUP

Atribut psikologis dapat mempengaruhi perilaku seseorang dalam menentukan seseorang untuk menjadi konsumen sebuah produk, kepribadian seseorang dapat di analisis melalui kegiatan sehari-hari, hal ini tentu masuk ke dalam riset pemasaran sebagai sebuah strategi untuk melakukan promosi di masa yang akan datang.
Maraknya persaingan antar perusahaan menjadikan riset pemasaran seperti hal yang mutlak bagi para pemasar dalam memasarkan produk.
Kaidah-kaidah yang mencerminkan stimulus dalam kepribadian seseorang, mencerminkan sikap seseorang akan selera bagi mereka selaku konsumen yang disesuaikan dengan status social yang dimiliki oleh seseorang.
Dimisalkan seorang eksekutif biasanya lebih bangga dengan barang-barang mewah bauatan luar hal ini berhubungan dengan faktor psikologis lapangan atau budaya yang berada pada level relasi-relasi top manager dan investor-investor asing dalam berhubungan secara naluriah satu sama lain.
Namun lain halnya dengan anggota dewan, dimisalkan, meskipun sama-sama berasal dari kalangan atas namun anggota dewan hidup dalam lingkungan atua tekanan media yang begitu besar yang dimana membudayakan bangga akan produk Indonesia menjadi cirri khas mereka dalam bersikap, semakin mereka produk-produk dalam negri, semakin mereka memiliki citra atau image baik di kalangan masyarakat, karena mereka terus disorot sebagai wakil rakyat yang otomatis menstimuluskan pada diri mereka untuk bersikap seperti layaknya orang yang mencintai budaya Indonesia.
Faktor budaya, kepribadian hingga gaya hidup tentu memiliki nilai yang saling berelasi satu sama lain dalam membangun sebuah pasar.

Minggu, 21 Februari 2010

Vincencius 11207139/3EA04
Ekananda Pradipta 10207386/3EA04
Fin Ramdhan /3EA04
M. Abdirrahman 11207251/3EA04
Aulia Fadhillah 11207263/3EA04
PENALARAN DEDUKTIF
Penalaran deduktif merupakan prosedur yang berpangkal pada suatu peristiwa umum, yang kebenarannya telah diketahui atau diyakini, dan berakhir pada suatu kesimpulan atau pengetahuan baru yang bersifat lebih khusus. Metode ini diawali dari pebentukan teori, hipotesis, definisi operasional, instrumen dan operasionalisasi. Dengan kata lain, untuk memahami suatu gejala terlebih dahulu harus memiliki konsep dan teori tentang gejala tersebut dan selanjutnya dilakukan penelitian di lapangan. Dengan demikian konteks penalaran deduktif tersebut, konsep dan teori merupakan kata kunci untuk memahami suatu gejala.

PENALARAN INDUKTIF
Penalaran induktif merupakan prosedur yang berpangkal dari peristiwa khusus sebagai hasil pengamatan empirik dan berakhir pada suatu kesimpulan atau pengetahuan baru yang bersifat umum. Dalam hal ini penalaran induktif merupakan kebalikan dari penalaran deduktif. Untuk turun ke lapangan dan melakukan penelitian tidak harus memliki konsep secara canggih tetapi cukup mengamati lapangan dan dari pengamatan lapangan tersebut dapat ditarik generalisasi dari suatu gejala.

GENERALISASI
Generalisasi adalah proses penalaran yang bertolak dari fenomena individual menuju kesimpulan umum.
Contoh: Grace Natalie adalah presenter berita, dan ia berparas cantik.
Fessy Alwi adalah presenter berita, dan ia berparas cantik.
Generalisasi: Semua presenter berita berparas cantik.


Pernyataan "semua presenter berita berparas cantik" hanya memiliki kebenaran probabilitas karena belum pernah diselidiki kebenarannya.
Macam-macam generalisasi
Generalisasi sempurna adalah generalisasi dimana seluruh fenomena yang menjadi dasar penyimpulan diselidiki.
Contoh: sensus penduduk
Generalisasi tidak sempurna adalah generalisasi dimana kesimpulan diambil dari sebagian fenomena yang diselidiki diterapkan juga untuk semua fenomena yang belum diselidiki.
Contoh: Hampir seluruh pria dewasa di Indonesia senang memakai celana pantalon.

ANALOGI
Analogi dalam ilmu bahasa adalah persamaan antar bentuk yang menjadi dasar terjadinya bentuk-bentuk yang lain. Analogi merupakan salah satu proses morfologi dimana dalam analogi, pembentukan kata baru dari kata yang telah ada.
Contohnya pada kata dewa-dewi, putra-putri, pemuda-pemudi, dan karyawan-karyawati.



HIPOTESA
hipotesa merupakan sebuah istilah ilmiah yang digunakan dalam rangka kegiatan ilmiah yang mengikuti kaidah-kaidah berfikir biasa, secara sadar, teliti, dan terarah. Dalam berfikir sehari-hari, orang menyebutnya anggapan, perkiraan, dugaan, dan sebagainya. Hipotesa juga berarti sebuah pernyataan atau proposisi yang mengatakan bahwa diantara sejumlah fakta ada hubungan tertentu.
Tahap-tahap Pembentukan Hipotesa secara umum
1. Penentuan masalah
2. Hipotesa Pendahuluan atau hipotesa preliminer
3. Pengumpulan
4. Formulasi hipotesa
5. Pengujian hipotesa, artinya mencocokkan hipotesa dengan keadaan yang dapat diobservasi
6. Aplikasi/penerapan

Hipotesis-Teori
Secara simplisitik suatu teori berkembang dari suatu hipotesa yang merupakan gagasan yang sebagai akibatnya akan memprediksi suatu gejala untuk dibuktikan dengan pengamatan-pengamatan. Jika pengamatan-pengamatan itu terus menerus dapat menginyakan prediksi tersebut maka hipotesa itu berkembang menjadi suatu teori.
HUBUNGAN KAUSALITAS
Kausalitas menyatakan hubungan yang niscaya (necessary) antara satu kejadian (cause) dengan kejadian lainnya (effect) yang adalah konsekuensi langsung dari yang pertama.
Dalam penyebab efisien (causa efficiens), sumber kejadian menjadi faktor yang menjalankan atau menggerakkan kejadian. Dalam penyebab final (causa finalis), tujuanlah yang menjadi sasaran sebuah kejadian. Dalam penyebab material (causa materialis), bahan dari mana benda tertentu dibuat menjadi penyebab kejadian. Sementara dalam penyebab formal (causa formalis), bentuk tertentu ditambahkan pada sesuatu sehingga sesuatu itu memiliki bentuk tertentu.

Salah nalar
gagasan, pikiran, kepercayaan, atau simpulan yang salah, keliru, atau cacat disebut salah nalar. Salah nalar disebabkan oleh ketidaktepatan orang mengikuti tata cara pikirannya.
Contoh : Presenter TvOne Cantik-cantik.

Penalaran atau Argumentasi

VINCENCIUS YUDHI PS /11207139/3EA04
1. “Trofi Piala Dunia di Istana” ; sumber: Koran Tempo, 26 Januari 2010, hal.A24
- Kalimat Penalaran: Alinea 1: Kedatangan Piala tersebut dalam rangka FIFA World Cup Trophy Tour di Jakarta, 24-26 Januari 2010.
- Kalimat Argumentasi : Alinea 1: Presiden berharap tur trofi Piala Dunia inidapat member inspirasi, semangat, dan tekad untuk meningkatkan prestasi olahraga di Indonesia.

2. “ Pantai Gading Terdepak” ; sumber: Koran Tempo, 26 Januari 2010, hal.A22
- Kalimat Penalaran: Alinea 1: Tim paling difavoritkan juara, Pantai Gading, gagal melaju ke babak semifinal Piala Afrika setelah ahad lalu ditekuk Aljazair 2-3.
- Kalimat Argumentasi: Alinea 2: Mereka juga sudah mampu menunjukkan kelasnya saat melewati babak kualifikasi Piala Dunia tanpa pernah terkalahkan.

3. “ Angkat Besi Targetkan Satu Perak “ ; sumber: Koran Tempo, 26 Januari 2010, hal.A20
- Kalimat Penalaran: Alinea 4: Sebagai persiapan menjelang ke Guangzhou, sekitar 10 atlet angkat besi akan menjalani latihan bersama di tiga tempat terpisah, Jakarta, Kalimantan Timur, dan Lampung.
- Kalimat Argumentasi; Alinea 3: Pada tiga nomor itu, Alamsyah menilai, pesaing terberat Indonesia adalah Cini dan Thailand.

4. “ Dana Haji Disimpan di Sukuk “ ; sumber: Koran Tempo, 26 Januari 2010, hal.A14
- Kalimat Penalaran: Alinea 2: Tapi tahun lalu Kementrian Agama menempatkan dana haji ke SDHI tiga kali dengan total nilai Rp 2,68 triliun.
- Kalimat Argumentasi: alinea 1: Penempatan dana di sukuk dinilai lebih aman disbanding deposito bank meski dijamin oleh pemerintah.

5. “ Saksi Kasus Ampatuan Hilang “ ; sumber: Koran Tempo, 26 Januari 2010, hal.B6
- Kalimat Penalaran: Alinea 1: Polisi di Filipina Selatan terus memburu Inspektur Ariel Diongon, yang merupakan saksi kunci dalam kasus pembantaian 57 orang di Provinsi Manguindanao, akhir November tahun lalu.
- Kalimat Argumentasi: Alinea 2: Menurut pejabat kepolisian wilayah Mindanao, Salik Macapantar, Diongon yang tadinya dalam perlindungan polisi meninggalkan markas besar Kepolisian Nasional Filipina di Camp Crame.